Main Menu

Gabung Patra di Facebook

Facebook Image

Media Patner

http://patrafm.com//images/Media/kop h.jpghttp://patrafm.com//images/Media/pos metro mandau. logo.jpg

BERITA KBR 68 H JAKARTA

Pilkada Kepri

Print PDF
JAKARTA (RP) - Dua pasangan calon pada Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Kepri, yakni Nyat Kadir-Zulbahri dan Aida Ismeth-Eddy Wijaya, Senin (14/6) telah resmi mendaftarkan gugatan sengketa Pilkada Kepri ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
Kedua kubu yang menolak hasil pleno KPU Kepri itu juga menyerahkan bukti-bukti untuk memperkuat permohonannya.

”Untuk gugatan Pemilukada Kepri, hari ini (kemarin) sudah masuk. Ada dua permohonan,” ujar Widiatmoko, petugas di bagian penerimaan pendaftaran gugatan sengketa Pilkada di MK kepada JPNN ini, Senin (14/6). Dalam catatan MK, kubu Aida lebih dulu mendaftarkan gugatannya, yakni pada pukul 12.35 WIB. Gugatan kubu Aida-Eddy Wijaya yang dikenal dengan pasangan Aida Berjaya itu teregistrasi dengan nomor tanda terima 637/PAN.MK/VI/2010.

Widiatmoko menyebutkan, pasangan yang menunjuk Andi Asrun sebagai kuasa hukum itu juga melampirkan 9 jenis bukti. ”Daftar barang buktinya dari P1 sampai P9,” ujar Widi menyebutkan daftar barang bukti yang dilampirkan kubu Aida.

Sedangkan pasangan Nyat Kadir-Zulbahri mendaftarkan gugatan pada pukul 13.35 WIB. Pasangan ini menunjuk Merlina sebagai kuasa hukum untuk beracara di MK. Gugatan pasangan calon yang dikenal dengan sebutan NKRI itu teregistrasi dengan nomor 639/PAN.MK/VI/2010. Kubu NKRI juga melampirkan lebih banyak bukti. ”Di gugatannya, daftar buktinya dari P1 sampai P13i,” ujar Widi.

Ditemui terpisah, Aida Ismeth mengaku merasa yakin bahwa permohonannya ke MK bakal diterima. Aida menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi banyak bukti tentang adanya kecurangan pada Pilkada Kepri.

Selain meminta pemungutan suara ulang di beberapa TPS, istri Gubernur Kepri Ismeth Abdullah itu juga meminta adanya penghitungan suara ulang. ”Kita punya cukup bukti. Salah satunya seperti ini,” ujar Aida sembari menunjukkan surat suara yang telah tercoblos kepada JPNN.

Aida juga mengaku memilik bukti adanya pemilih dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda, sehingga memiliki hak pilih lebih dari satu. ”Kita juga menemukan adanya mobilisasi pemilih di Batam,” lanjut Aida. Ditanya soal kemungkinan bahwa permohonan pasangan calon yang diusung Golkar dan 13 parpol lainnya itu cukup untuk merubah perolehan suara akhir Pilkada Kepri, Aida melontarkan rasa optimismenya. ”Kita masih yakin, apalagi selisihnya cuma 30 ribu suara,” katanya.

Seperti diketahui dari Pilkada Kepri yang digelar 26 Mei lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri pada Rabu (9/6) sudah menyelesaikan pleno penghitungan suara dan memutuskan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, HM Sani-HM Soerya Respationo (2 HMS), sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri dengan perolehan suara terbanyak. Keputusan ini dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU Kepri Nomor 37/KPU Kepri/vi/2010. Pasangan 2 HMS meraih 231.951 suara (37,3 persen), disusul pasangan Nyat Kadir-Zulbahri (NKRI) 195.847 suara (31,49 persen), dan terakhir pasangan Aida Ismeth-Eddy Wijaya meraih 194.049 suara (31,21 persen). Selisih perolehan suara 2 HMS dengan pasangan lain, sekitar 6 persen. Untuk suara sah mencapai 621.847 suara dan yang tidak sah 27.959 suara.(ara/jpnn)
imageimageimageimageimageimageimageimageimageimage